pengertian dan penjelasan hukum ohm

Pengertian dan Penjelasan Hukum OHM

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan berbagi tentang pengertian dan penjelasan Hukum OHM. Semoga bermanfaat.

Sahabat BT, pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri elektron bebas secara terus menerus.

Prinsip Dasar

Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.

Tenaga (the force) yang mendorong elektron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik.

Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan elektron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.

Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan.

Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.

Simbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional.

Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang Jerman Georg Simon ohm.

Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force.

Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.

rumus hukum ohm
V, I dan R Sebagai Komponen Parameter Hukum OHM

Pengertian Hukum OHM

Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan elektron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000 elektron.

Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan elektron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari elektron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati konduktor (penghantar).

Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah).

Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound.

Maka kesimpulannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari elektron yang bergerak pada sebuah rangkian.

Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hukum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically.

Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.

Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, tetapi istilah “hukum” tetap digunakan dengan alasan sejarah.

Rumus Hukum OHM

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:  

V = I . R

I = V / R

R = I / V

Kesimpulan :

  • Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.
  • Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I
  • Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R
  • Hukum Ohm: V= I.R ; I = I/R ; R = V/I

Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :

P = V . I atau P = I^2 . R atau P = V^2/ R

Dimana :  

P   : daya, dalam satuan watt

V  : tegangan dalam satuan volt

I   : arus dalam satuan ampere  

Contoh Soal Latihan

Contoh 1 :

Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere. Berapakah hambatan pada lampu tersebut ?

Jawab:  

Diketahui :  

V = 220 volt  

I = 10 Amper  

Ditanyakan : Hambatan (R) = …………….?  

Penyelesaian    

R = V/I  

R = 220/10

R = 22 ohm  

Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm.

Contoh 2 :

Didalam suatu rumah tinggal, terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt, setelah di ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere, hitunglah daya yang diserap lampu tersebut ?

Jawab :  

Diketahui :  

V = 220 Volt  

I = 2 Amper  

Ditanyakan : Daya (P) =………….?  

Penyelesaian  

P = V.I  

P = 220. 2

P = 440 Watt  

Jadi daya yang diserap lampu tersebut adalah 440 Watt.

Demikian postingan Om BT tentang pengertian dan penjelasan hukum OHM. Semoga bermanfaat!. [www.blogteknisi.com]

Check Also

Memahami Integrated Circuit (IC)

Memahami Integrated Circuit (IC)

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT kembali akan sharing tentang memahami …

5 comments

  1. Terimakasih atas informasi mengenai hukum ohm diatas, sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas. Kunjungi balik yaa di http://ps-elektronika.gunadarma.ac.id

  2. sama2. Semoga bermanfaat…

  3. Thanks semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *