Penetralan dengan cara pembumian pada instalasi listrik kapal

Penetralan dengan Cara Pembumian pada Instalasi Listrik Kapal

Dear sahabt BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang penetralan dengan cara pembumian pada Instalasi Listrik Kapal.

Hal ini penting diketahui bagi teman-teman khususnya yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan listrik di kapal.

Listrik di kapal memegang peranan penting dalam operasional kapal, terutama untuk pengoperasian peralatan-peralatan pendukung. Seperti hal listrik di darat, listrik di kapal pada prinsipnya sama dengan di darat.

Hanya saja diatas kapal ada beberapa keadaan khusus. Ini berkaitan dengan lingkungannya yang khusus pula sehingga memerlukan persyaratan tertentu. Termasuk dalam sistem penetralan dan pembumiannya.   

Baca Juga : AC System pada Instalasi Listrik Kapal  

Dengan sedikit pengecualian pada desain kelistrikan di kapal, di mana untuk mengamankan instalasi dengan mengisolasi bagian netral pada sistem tegangan menengah. Ini bertentangan dengan sistem yang ada di darat.

Sistem isolasi ini terutama digunakan untuk menghindari resiko pada operasional pelayanan utama seperti mesin kemudi dan peralatan-peralatan penting di kamar mesin terhadap kegagalan pada sistem pembumian (earthing).

Pada netral earthing bentuk padat, tahap menuju terjadinya kegagalan sistem pembumian berupa korsleting yang pada tahap membahayakan menyebabkan digunakannya sekring pelindung (Circuit Breaker).

Pada saklar bentuk motor kegagalan saklar ini mungkin terjadi untuk fase tunggal dan kemungkinannya menyebabkan habis terbakar kecuali mampu melindungi peralatan-peralatan yang ada.

Baca Juga : Memilih Frekuensi Daya Listrik Kapal  

Pada sistem isolasi dengan 1 pembumian, kegagalan yang terjadi tidak menyebabkan terputusnya suplai arus tetapi meningkatnya peringatan pada sistem deteksi kebocoran pembumian. Sehingga memberikan kesempatan bagi operator untuk mencari dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Saklar biasanya memiliki kemampuan menghentikan/menghambat hingga tanda kegagalan pembumian berhenti. Selanjutnya, sumber kegagalan pada bagian sirkuit mungkin sulit untuk ditemukan.

Dengan sistem pembumian kegagalan sirkuit secara otomatis diatasi dengan pengoperasian peralatan pencegah sehingga lokasi dari kegagalan dapat diketahui. 

Demikian postingan Om BT tentang penetralan dengan cara pembumian pada Instalasi Listrik Kapal. Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Referensi :

  1. Harington, Roy L.; [1992]; “Marine Engineering”; SNAME; New York.
  2. Watson, George Oliphant; [1983]; “Marine Electrical Practice”; Butterworth & Co.; London.

Check Also

Rangkaian Pengasutan (Starting) Bintang Segitiga (Star Delta)

Rangkaian Pengasutan Bintang Segitiga (Star Delta)

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang rangkaian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *