Mengenal alat bantu pernapasan ventilator

Mengenal Ventilator Sebagai Alat Bantu Pernafasan

Dear sahabat BT, senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang Ventilator. Ventilator adalah kata yang sering disebutkan di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Alat ini sangat dikenal di dalam dunia medis dan alat kesehatan (alkes).

Bagi sahabat yang pernah kuliah atau sedang kuliah di ATEM (Akedemi Teknik Elektro Medik) tentu mengenal baik alat ini. Om BT sebelumnya sangat dekat dengan anak-anak ATEM karena kebetulan Om BT dulunya bekerja disalah satu perusahaan Alkes sehingga bagi Om BT kenal betul dengan alat-alat kesehatan.

Mengenal Ventilator

Ventilator adalah alat untuk membantu seseorang yang mengalami kesulitan bernapas. Dalam dunia medis, ventilator juga dikenal sebagai respirator, mesin pernapasan, atau alat bantu napas mekanik. Ventilator jamak dioperasikan di ruang perawatan intensif (ICU) atau ruang operasi (OK) rumah sakit.

Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. Alat ini akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Alat ini akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

Melansir Healthline, alat ini dapat digunakan bayi, anak-anak, orang dewasa, sampai kaum lansia. Beberapa kondisi medis memerlukan ventilator, antara lain: Selama operasi; alat ini membantu pasien bernapas dengan normal saat dibius, pemulihan setelah operasi; beberapa pasien membutuhkan alat ini untuk bernapas setelah operasi dan saat pasien Sesak napas: alat ini dapat membantu pasien saat kesulitan bernapas secara normal.

Pasien juga memerlukan alat ini saat menderita penyakit atau dalam kondisi berikut: Koma atau tidak sadarkan diri, Cedera otak, Paru-paru kolaps, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Overdosis obat, Sindrom guillain-barre, Infeksi paru-paru, Myasthenia gravis, Pneumonia, Paru-paru prematur pada bayi, Cedera tulang belakang bagian atas, Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), Infeksi virus corona (Covid-19), dll.

Cara Kerja Ventilator

Menurut American Thoracic Society, ventilator ini digunakan untuk mengalirkan oksigen ke paru-paru dan tubuh. Selain itu, alat ini juga membantu mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh. Alat ini dipasang dengan menghubungkan mesin ke saluran pernapasan seseorang lewat selang alat ini. Selang ini dipasang melalui mulut, hidung, atau lewat lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien.

Setelah terpasang, ventilator akan memompa udara dan menyalurkan oksigen ke paru-paru. Pasokan oksigen dari mesin ini dapat membantu pasien bernapas secara normal. Pemasangan alat ini membutuhkan kemampuan khusus oleh tenaga medis berpengalaman.

Risiko Penggunaan Alat Ventilator

Sebagimana yang disampaikan dr. Michael  dari situs alodokter.com, selama penggunaan alat ventilator dapat terjadi beberapa efek samping, yakni sebagai berikut:

  • Luka pada mulut dan tenggorokan akibat tindakan intubasi.
  • Infeksi paru-paru, biasanya akibat masuknya kuman melalui selang pernapasan yang terpasang pada tenggorokan.
  • Cedera paru-paru dan kebocoran udara ke rongga di luar paru-paru (pneumothorax).
  • Kehilangan kemampuan untuk batuk dan menelan, sehingga dahak atau lendir pada saluran napas bisa menumpuk dan mengganggu masuknya udara. Dokter atau perawat akan melakukan penyedotan secara berkala untuk mengeluarkan dahak atau lendir ini.
  • Keracunan oksigen.

Selain itu, pasien yang terhubung dengan alat ini dan harus berbaring dalam waktu yang lama berisiko mengalami luka dekubitus dan gangguan aliran darah akibat tromboembolisme.

Meski penggunaan alat ventilator memiliki peranan penting dalam perawatan pasien, risikonya pun tidak sedikit. Penggunaan alat ini juga umumnya membutuhkan biaya yang besar. Semakin lama pasien dirawat menggunakan alat ini, semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Oleh karena itu, pasien dan keluarganya perlu memahami keuntungan dan risiko dari penggunaan mesin ini. Jika masih merasa ragu untuk memasang ventilator, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang merawat agar mendapatkan penjelasan lebih rinci.

Demikian postingan Om BT semoga bisa menambah informasi bagi kita semua. [bt]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *