mengenal resistor variabel

Mengenal Resistor Variabel dan Cara Kerjanya

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang mengenal resistor variabel dan cara kerjanya. Berikut penjelasannya.

Dalam penambahan resistor tetap, juga digunakan variabel resistor dalam elektronika. Ada dua tipe dari resistor variabel yakni rheostat dan potensiometer. Rheostat agak jarang dijumpai dalam rangkaian saat ini. Potensiometer (sering disingkat Pot ) adalah komponen yang banyak dipakai. Pot digunakan untuk Volume, pengatur nada pada radio dan warna, brigtness dan lainnya pada TV.

simbol rheostat
Gambar (x) Simbol Rheostat

Rheostat yang asli adalah dua komponen terminal yang secara rangkaian memiliki simbol seperti Gambar (x). titik A dan B terhubung ke rangkaian. Rheostat memiliki nilai maksimum seperti resistor seperti yang tercantum dan nilai minimumnya adalah nol. Tanda panah pada Gambar (x) menunjukan kontak mekanik untuk mengatur rheostat sehingga tahanan yang terukur antara titik A dan B dapat diatur antara nilai maksimum dan minimum.

Karena memungkinkan pengaturan nilai tahanan yang cukup luas maka reostat dapat digunakan sebagai resistor tetap untuk nilai nilai khusus yang mungkin tidak tersedia. Sering teknisi memerlukan nilai resistir yang khusus dan itu tidak tersedia. Rheostat dapat diatur untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan digunakan untuk mengetes.

simbol potensiometer
Gambar (a) Simbol Potensimeter

Simbol skema untuk potensiometer adalah pada Gambar (a) yang memperlihatkan komponen dengan tiga kaki. Tahanan anytara terminal A dan B adalah tetap. Titik C adalah lengan variabel dari potensio. Lengan ini berupa kontek metal yang dapat bergeser diatas permukaan elemen resistor. Elemen resistor dapat berupa karbon padat atau kumparan yang terisolasi khusus. Gambar (b) menunjukan pandangan potongan potensio, ketika lengan bergeser mendekati ujung terminal maka nilai resistansi antara dua terminal berkurang dan membuat nilai tahanan semakin kecil.

Pada saat yang bersamaan jarak antara terminal lain dan lengan yang digeser semakin panjang dan nilai resistor bertambah. Penjumlahan tahanan terukur antara titik A dan C dengan tahanan titik B dan C memberikan tahanan total dari komponen potensio. Ini sama dengan menguur titik Adan B dikedua ujung terminal.

Anda dapat melihat bahwa kegiatan menggeser adalah untuk menaikan tahanan antara terminal C dengan salah satu ujung terminal dan dalam waktu yang sama menurangi tahanan antara titik C dengan terminal satunya lagi. Jumlah tahanannya akan selalu tetap.

bentuk belahan potensiometer
Gambar (b) Bentuk belahan dari potensio

Nanti akan kita mulai dengan rheostat yang jarang dijumpai dirangkaian saat ini yang benar-benar merupakan komponen dua kaki. Melalui rehostat asli hanaya dua terminal saja yang disiapkan oleh pabrik. Disamping itu ketika rheostat diperlukan maka anda dapat menggunakan potensio. Gambar (c) memperlihatkan bagaimana ini dapat dilakukan. Sangat penting untuk menggunakan 2 kaki saja disamping tiga kaki yang ada caranya dengan menghubung singkatkan titik tengah dengan salah satu terminal ujung.

Pengujian Resistor Variabel

Resistor variabel biasanya rusak oleh satu dari dua cara berikut. Pertama terlalu banyak arus yang diberikan dan elemen resistor terbakar sehingga terjadi kondisi terbuka. Kedua, kotoran, debu, pelumas atau benda asing lainnya yang masuk kedalam potensio yang menyebabkan hubungan yang kurang baik antara elemen dengan kontak gesernya.

potensio sebagai rheostat
Gambar (c) Penggunaan Potensio sebagai Rheostat

Ketika volume radio atau TV menjadi bergemerisik atau tidak nyaman saat diatur, mungkin potensio telah kotor. Hal yang sama terjadi juga pada pengatut contras atau brigtnes TV yang bergoyang Gambarnya saat diatur. Penyemprot khusus untuk kontrol dapat disemprotkan agar kotoran pergi. Untuk hal yang efektif adalah memutar potensio maju mundur saat penyemprotan dilakukan.

Ketika potensio terlihat bergemerisik yang menyebabkan kontrol tidak baik, hubingkan ohm meter ke pusat potensio dan salah satu ujung potensio perhatikan meter saat potensio diputar, jika meter tidak menunjukan perubahan yang halus dalam nilai resistansi mungkin potensio kotor atau ada kerusakan. Ketika elemen resistansi terbuka maka pembacaan resistansi antara dua terminal ujung akan tak terhingga. Jika ini terjadi maka pemecahannya anda membutuhkan potensio yang baru.

Hal lain yang dapat terjadi ialah akaibat pemakaian potensio yang lama sehingga elemen usang. Kondisi ini jarang terjadi khususnya pada elemen utama. Ketika potensio diputar terus maka kontak atau elemen utama akan aus sehingga menimbulkan kotoran.

Ketika kita semprot dan hasilnya tetap saja kurang baik maka kemungkinan kita memerlukan potensio yang baru/diganti.

Demikian postingan Om BT tentang mengenal resistor variabel dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat!. [bt]

Sumber : MPTE-DLE Kemendikbud

About blogteknisi

Hai, perkenalkan kami admin Blog Teknisi. Kami biasa dipanggil Om BT. Senang bisa sharing seputar info, tips dan tutorial teknis. Untuk bisnis bisa kotak kami di sini : [email protected]

Check Also

resistansi total para rangkaian paralel

Resistansi Total Pada Resistor Hubungan Paralel

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang resistansi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *