konstruksi generator sinkron

Konstruksi Generator Sinkron (Alternator)

Jumpa lagi sahabat BT, hari ini Om BT kembali ingin berbagi tentang mesin-mesin listrik yang disebut alternator. Sebelumnya Om BT sudah bahas tentang prinsip kerja Generator Sinkron (Alternator).

Nah, hari ini Om BT ingin menjelaskan tentang konstruksi Generator Sinkron alias alternator. Simak baik-baik postingan berikut ini.

Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik.

Generator sinkron dapat berupa generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu fasa tergantung dari kebutuhan.

Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan medan magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet berputar pada mesin.

Medan magnet putar ini menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator generator. Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar.

Kutub medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor silinder). Gambaran bentuk kutup sepatu generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Contoh rotor sailent pada generator sinkron
Contoh Rotor Sailent Pada Generator Sinkron

Pada kutub salient,  kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor sedangkan pada kutub non salient, konstruksi kutub magnet rata dengan permukaan rotor.   

Rotor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat kutub, sedangkan rotor kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau lebih kutub.

Pemilihan konstruksi rotor tergantung dari kecepatan putar prime mover, frekuensi dan rating daya generator. Generator dengan kecepatan 1500 rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA menggunakan rotor silinder.

Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah maka digunakan rotor kutub sepatu. Gambaran bentuk kutup silinder generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.  

Gambaran bentuk rotor non sailent dan penampang generator sinkron
Gambaran Bentuk Rotor Non Sailent dan Penampang Generator Sinkron

Arus DC disuplai ke rangkaian medan rotor dengan dua cara:

1. Menyuplai daya DC ke rangkaian dari sumber DC eksternal dengan sarana slip ring dan sikat.

2. Menyuplai daya DC dari sumber DC khusus yang ditempelkan langsung pada batang rotor generator sinkron.

Demikian postingan Om BT tentang konstruksi generator sinkron (alternator). Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

motor induksi prinsip kerja jenis dan konstruksinya

Motor Induksi ; Prinsip Kerja, Jenis dan Konstruksinya

Dear sahabat BT, senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang Motor Induksi; …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *