Konsep dan rumus panas (kalor) dalam ilmu fisika

Konsep dan Rumus Panas (Kalor) dalam Ilmu Fisika

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini kebetulan sangat panas hahaha, Om BT akan berbagi tentang konsep dan rumus panas (kalor) dalam ilmu fisika, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Bagi sahabat BT yang berstatus pelajar SD atau SMP/SLTP yang mencari referensi tentang ilmu fisika bisa ditengok postingan-postingan Om sebelumnya.

Panas atau sering disebut juga bahang, atau dalam bahasa fisikanya disebut dengan kalor adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Satuan SI untuk panas adalah joule.  

Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah. Setiap benda memiliki energi dalam yang berhubungan dengan gerak acak dari atom-atom atau molekul penyusunnya.  

Energi dalam ini berbanding lurus terhadap suhu benda. Ketika dua benda dengan suhu berbeda bergandengan, mereka akan bertukar energi internal sampai suhu kedua benda tersebut seimbang.

Jumlah energi yang disalurkan adalah jumlah energi yang tertukar. Kesalahan umum untuk menyamakan panas dan energi internal. Perbedaanya adalah panas dihubungkan dengan pertukaran energi internal dan kerja yang dilakukan oleh sistem.

Rumus Panas (Kalor)

Ketika suatu benda melepas panas ke sekitarnya, Q < 0. Ketika benda menyerap panas dari sekitarnya, Q > 0. Jumlah panas, kecepatan penyaluran panas, dan fluks panas semua disimbolkan dengan perbedaan permutasi huruf Q. Mereka biasanya diganti dalam konteks yang berbeda.

Jumlah panas dinotasikan sebagai Q, dan diukur dalam joule dalam satuan SI.

{\displaystyle {\frac {}{}}Q=mc\Delta t}
notasi kalor

Kecepatan penyaluran panas, atau penyaluran panas per unit, ditandai

{\displaystyle {\dot {Q}}={dQ \over dt}}

Untuk menandakan pergantian per satuan waktu. Dalam Unicode, adalah , meskipun ada kemungkinan tidak dapat ditampilkan secara benar di seluruh browser. Diukur dalam unit watt.

Flux panas didefinisikan sebagai jumlah panas per satuan waktu per luas area, dan disimbolkan q, dan diukur dalam watt per meter2. Juga biasanya dinotasikan sebagai Q″ atau q″.

Mengerti perbedaan ini dibutuhkan untuk mengerti hukum pertama termodinamika.  Untuk penerapan sederhanya silahkan disimak gambar di bawah :  

rumus kalor panas

Perubahan Suhu

Jumlah energi panas {\displaystyle \Delta Q}, dibutuhkan untuk menggantu suhu suatu material dari suhu awal, T0, ke suhu akhir, Tf tergantung dari kapasitas panas bahan tersebut menurut hubungan:

{\displaystyle \Delta Q=\int _{T_{0}}^{T_{f}}C_{p}\,dT.}

Kapasitas panas tergantung dari jumlah material yang bertukar panas dan properti bahan tersebut. Kapasitas panas dapat dipecah menjadi beberapa cara berbeda. Pertama-tama, dia dapat dipresentasikan sebagai perkalian dari masa dan kapasitas panas spesifik (lebih umum disebut panas spesifik:

{\displaystyle C_{p}=mc_{s}}

atau jumlah mol dan kapasitas panas molar:

{\displaystyle C_{p}=nc_{n}.}

Molar dan kapasitas spesifik panas bergantung dari properti fisik dari zat yang dipanasi, tidak tergantung dari properti spesifik sampel. Definisi di atas tentang kapasitas panas hanya bekerja untuk benda padat dan cair, tetapi untuk gas mereka tak bekerja pada umumnya.

Kapasitas panas molar dapat dimodifikasi bila perubahan suhu terjadi pada volume tetap atau tekanan tetap. Bila tidak, menggunakan hukum pertama termodinamika dikombinasikan dengan persamaan yang menghubungkan energi internal gas tersebut terhadap suhunya.

Demikian postingan OM tentang konsep dan rumus panas (kalor) dalam ilmu fisika. Semoga bermanfaat ! [www.blogteknisi.com]

Check Also

Pengertian besaran skalar dan besaran vektor

Pengertian Besaran Vektor dan Besaran Skalar

Dear sahabat BT hari ini senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *