Komponen Perlengkapan Instalasi Listrik

Komponen Perlengkapan Instalasi Listrik

Dear sahabat BT melanjutkan pembahasan kita mengenai Instalasi Listrik, hari ini Om BT ingin melanjutkan pembahasan tentang mengenal Komponen Perlengkapan Instalasi Listrik.   

Info ini mungkin berguna bagi adik-adik yang masih ditingkat pendidikan sekolah maupun teman-teman mahasiswa baru teknik elektro khususnya program studi teknik listrik.

Baik kita mulai pembahasannya, silahkan disimak.

Komponen instalasi listrik adalah merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam suatu rangkaian instalasi listrik. Komponen instalasi listrik harus mengikuti dan memenuhi persyaratan sebagaimana dalam PUIL 2000 sebagai acuan standar dalam instalasi listrik.

Adapun persyaratan-persyaratan komponen instalasi listrik yang sesuai puil 2000 sebagai berikut :

  1. Keandalan yakni menjamin kelangsungan kerja instalasi listrik pada kondisi normal, 
  2. keamanan yakni komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin keamanan sistem instalasi listrik, dan
  3. kontinuitas yakni komponen dapat bekerja secara terus menerus pada kondisi normal.

Secara garis besar komponen perlengkapan instalasi listrik terdiri atas :

1. Penghantar (kabel)

contoh kabel

Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik.

Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai berikut:

  • Kabel NYA, kabel jenis ini juga sering disebut sebagai kabel rumah. Kabel ini bisa digunakan dalam ruangan yang kering dan untuk instalasi tetap dalam pipa. Tegangan nominal berkisar antara 400 – 690 (600)V. Jenis bahan yang digunakan adalah kawat tembaga yang dianilkan (pemanasan kemudian didinginkan pelan-pelan) dengan isolasi PVC yang terekstrusi.
  • Kabel NYM, juga sering disebut dengan kabel rumah. Jenis bahan yang digunakan adalah kawat tembaga yang dianilkan dengan isolasi PVC yang terekstrusi. Kabel ini bisa digunakan pada ruangan yang kering, lembab dan di udara terbuka serta untuk instalasi tetap di dalam pipa. Kabel ini bisa juga dipasang pada, di dalam atau di bawah plesteran juga di atas kayu. Tegangan nominal berkisar antara 230 – 400 (300) V.
  • Kabel NYY, kabel jenis ini juga sering disebut dengan kabel tanah. Kabel ini bisa digunakan di dalam ruangan, saluran kabel, lemari penghubung, instalasi industri jika bisa dipastikan tidak terjadi kerusakan mekanis dan di dalam tanah (jika berpotensi dengan gangguan mekanis harus memakai pelindung). Tegangan nominalnya berkisar antara 0.6 – 1 (1.2) kV. Jenis bahan yang digunakan adalah kawat tembaga yang dianilkan dengan isolasi PVC terekstrusi.
  • Kabel NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem, lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang.

2. Kontak tusuk (Steker)

contoh steker

Kontak tusuk atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal kotak kontak (stop kontak) sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memiliki dua jenis, yaitu:

  • Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat-alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil, dengan sumber listrik atau stop kontak.
  • Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, misalnya lemari es, microwave, mesin cuci dan lainnya, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi sebagai pengaman.

3. Sakelar (Switch)

contoh sakelar

Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.sakelar tunggal dan sakelar majemuk

Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:

  • Sakelar bertegangan rendah
  • Sakelar tegangan menengah
  • Sakelar tegangan tinggi/ultra high

Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi :

  • Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok
  • Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok

Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:

  • Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
  • Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.
  • Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.

4. Pengaman (MCB/MCCB)

contoh mcb

Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting.

Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:

  • Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu.
  • Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas.

5. Panel listrik

contoh panel listrik

Panel listrik adalah suatu benda berbentuk kubus dengan berbagai ukuran ataupun bervariasi dengan sebelah sisi dibuat lubang selebar hampir sama dengan belakangnya, dan nantinya di baut penutup seperti daun pintu agar bisa dibuka dan ditutup, dan didalam panel tersebut terdapat papan yang dikaitkan dengan sisi belakang pintu di pakai baut yang nantinya papan tersebut dapat dilepas dan dipasang kembali.

Pada umumnya panel listrik adalah terbuat dari plat besi dengan ketebalan 0,5 – 1 mm. Biasanya disesuaikan dengan ukuran atau besarnya panel, dan nantinya papan tersebut yang akan digunakan tempat pemasangan komponen-komponen listrik. Tapi biasanya untuk rumahan panel listriknya terbuat dari bahan plastik menyesuaikan banyaknya pengaman yang dipakai.

6. Lain-lain

dan segala hal yang mencakup tersalurkannya sumber energi listrik dari instalasi pengusaha ketenagalistrikan (Mis. PLN) sampai ke titik-titik beban.

Demikian pembahasan terkait dengan komponen perlengkapan instalasi listrik semoga bermanfaat ! [www.blogteknisi.com]

Check Also

Rangkaian Pengasutan (Starting) Bintang Segitiga (Star Delta)

Rangkaian Pengasutan (Starting) Bintang Segitiga (Star Delta)

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang rangkaian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *