Jenis-jenis tarif tenaga listrik update

[Update] Jenis-Jenis Tarif Tenaga Listrik

Dear sahabat BT hari ini Om BT akan sharing tentang jenis-jenis tarif tenaga listrik secara umum yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan listrik (PLN) menjual listrik kepada konsumen berdasarkan energi listrik yang digunakannya (dalam satuan Kwh).

Penentuan tarif oleh pihak perusahaan listrik (PLN) diantaranya adalah mengacu kepada biaya produksi dan penyaluran listrik hingga ke konsumen dan faktor-faktor lain.

Selain itu, tarif listrik PLN juga didasarkan pada besarnya daya terpasang dan pemanfaatannya pada instalasi pengguna.   

Untuk golongan tarif tertentu, besarnya tarif dasar listrik tidak sama antara Waktu Beban Puncak (WBP) yaitu pada pukul 18.00 hingga 22.00 dan Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) yaitu pada pukul 22.00 hingga 18.00.

Untuk penetapan tarif tenaga listrik saat ini yang terupdate adalah mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Minineral Republik Indonesia No. 28 Tahun 2016.

Jenis-Jenis Tarif Tenaga Listrik

Jenis-jenis Tarif Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Minineral Republik Indonesia No. 28 Tahun 2016 terdiri atas:

a. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan pelayanan sosial, terdiri atas:

  1. Golongan tarif untuk keperluan pemakaian sangat kecil pada tegangan rendah, dengan daya 220 VA (S-1/TR);
  2. Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial kecil sampai dengan sedang pada tegangan rendah, dengan daya 450 VA sampai dengan 200 kVA (S-2/TR); dan
  3. Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial besar pada tegangan menengah, dengan daya di atas 200 kVA (S-3 /TM)

b. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan bisnis, terdiri atas:

  1. Golongan tarif untuk keperluan bisnis kecil pada tegangan rendah, dengan daya 450 VA sampai dengan 5.500 VA (B-1/TR);
  2. Golongan tarif untuk keperluan bisnis menengah pada tegangan rendah, dengan daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA (B-2/TR); dan
  3. Golongan tarif untuk keperluan bisnis besar pada tegangan menengah, dengan daya di atas 200 kVA (B-3/TM),

c. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan rumah tangga, terdiri atas:

  1. Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga kecil pada tegangan rendah, dengan daya sampai dengan 450 VA, 900 VA, 900 VA-RTM, 1.300 VA, dan 2.200 VA (R-1/TR);
  2. Golongan tarif un tuk keperluan rumah tangga menengah pada tegangan rendah, dengan daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA (R-2/TR); dan
  3. Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga besar pada tegangan rendah, dengan daya 6.600 VA ke atas (R-3/TR),

d. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan industri, terdiri atas:

  1. Golongan tarif untuk keperluan industri kecil/industri rumah tangga pada tegangan rendah, dengan daya 450 VA sampai dengan 14 kVA (1-1/TR);
  2. Golongan tarif untuk keperluan industri sedang pada tegangan rendah, dengan daya di atas 14 kVA sampai dengan 200 kVA (1-2/TR);
  3. Golongan tarif untuk keperluan industri menengah pada tegangan menengah, dengan daya di atas 200 kVA (1-3/TM); dan
  4. Golongan tarif untuk keperluan industri besar pada tegangan tinggi, dengan daya 30.000 kVA ke atas (1-4/TT),

e. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, terdiri atas:

  1. golongan tarif untuk keperluan Kantor Pemerintah kecil pada tegangan rendah, dengan daya 450 VA sampai dengan 5.500 VA (P-1/TR);
  2. Golongan tarif untuk keperluan Kantor Pemerintah sedang pada tegangan rendah, dengan daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA (P-1/TR);
  3. Golongan tarif untuk keperluan Kantor Pemerintah besar pada tegangan menengah, dengan daya di atas 200 kVA (P-2/TM); dan
  4. Golongan tarif untuk keperluan penerangan jalan umum pada tegangan rendah (P-3/TR).

f. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan traksi pada tegangan menengah, dengan daya di atas 200 kVA (T /TM) diperuntukkan bagi perusahaan kereta listrik;

g. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan penjualan curah pada tegangan rnenengah, dengan daya di atas 200 kVA (C/TM) diperuntukkan bagi Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik; dan

h. Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan layanan khusus pada tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi (L/TR, TM, TT), diperuntukkan hanya bagi pengguna listrik yang memerlukan pelayanan dengan kualitas khusus dan yang karena berbagai hal tidak termasuk dalam ketentuan golongan tarif Sosial, Rumah Tangga, Bisnis, Industri, Kantor Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum, Traksi, dan Curah.

Berikut tarif listrik yang telah ditetapkan oleh pemerintah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Minineral Republik Indonesia No. 28 Tahun 2016. Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

motor induksi prinsip kerja jenis dan konstruksinya

Motor Induksi ; Prinsip Kerja, Jenis dan Konstruksinya

Dear sahabat BT, senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang Motor Induksi; …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *