Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Energi Bangunan

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Semoga bermanfaat.

Sahabat BT tujuan dari konservasi energi pada bangunan gedung adalah agar terjadi upaya sistematis, terencana dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya tanpa mengorbankan tuntutan kenyamanan manusia dan/ atau menurunkan kinerja alat. (SNI 6196:2011).

Nah, sesuai dengan tujuan dari konservasi energi di atas sahabat BT wajib tahu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung.

Baca Juga : Pengertian Audit Energi dan Konservasi Energi

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung terbagi menjadi dua kategori yaitu: (Deptamben. 1996)  


1. Faktor Perencanaan Bangunan

Yang dimaksud dengan faktor tata letak bangunan adalah aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan pada awal perencanaan bangunan. Aspek-aspek tersebut adalah:  

a. Orientasi Bangunan  

Arah bangunan timur – barat akan mempengaruhi pemanasan langsung, karena radiasi matahari. Pada prinsipnya cahaya matahari memang kita butuhkan sebanyak mungkin untuk penerangan.

Akan tetapi radiasinya dihindarkan sebanyak mungkin, karena cahaya matahari langsung mengenai tembok atau bidang kaca akan membuat ruangan dibelakangnya menjadi cepat panas.

Begitu pula konfigurasi pelapisan bangunan mempengaruhi jumlah penggunaan energi. Untuk bangunan yang berlokasi di daerah-daerah dengan iklim yang nyaman pengaruh radiasi matahari mungkin tidak besar.

Akan tetapi untuk daerah-daerah dimana radiasi sinar matahari cukup berarti, orientasi dari dinding-dinding luar berpengaruh terhadap konsumsi energi.

b. Desain Bangunan  

Desain bangunan mempengaruhi konsumsi energi. Bangunan yang bulat atau melingkar biasanya mempunyai luas permukaan lantai yang lebih kecil, karena itu kehilangan energi dan radiasi dari luar juga lebih kecil dibandingkan dengan bentuk bangunan yang lain untuk jumlah luas lantai yang sama.

Baca Juga : Prosedur dan Tatalaksana Audit Energi pada Bangunan Gedung

Bangunan-bangunan yang tinggi memiliki luas atap yang lebih kecil sehingga kurang dipengaruhi oleh radiasi dari atap tetapi radiasi dari dinding akan lebih besar.

Disamping itu bangunan-bangunan yang tinggi pada umumnya akan dipengaruhi oleh angin atau udara disekitar sehingga efek infiltrasi udara luar menjadi lebih besar. Jelaslah bahwa desain bangunan memiliki pengaruh yang besar terhadap jumlah konsumsi energi terhadap bangunan.  

c. Fungsi Bangunan  

Pengaruh energi dibangunan sangat dipengaruhi oleh fungsi bangunan. Bangunan perkantoran lebih mengutamakan penggunaan energi. Sedangkan bangunan hotel lebih diarahkan kepada aspek kenyamanan penghunian untuk tujuan komersial.

Demikian pula untuk jenis bangunan lain seperti rumah sakit penggunaan energinya selain untuk memberikan kenyamanan dalam memperlancar aktivitas perkantoran juga bertujuan untuk pelayanan kesehatan seperti penggunaan peralatan listrik untuk operasi, laboratorium dan sebagainya.

Persyaratan pencahayaan dan tata udara juga bervariasi. Misalnya untuk kegiatan yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti laboratorium dan reparasi arloji, diperlukan tingkat pencahayaan yang tinggi (lux tinggi).

Begitu pula ruangan khusus dengan peralatan komputer memerlukan suhu pendinginan tertentu guna memenuhi persyaratan pemeliharaan peralatan dan sebagainya.

Baca Juga : Bentuk-bentuk Energi yang Dikonsumsi dalam Bangunan Gedung

2. Faktor Peralatan dan Penghunian  

Faktor–faktor ini sangat besar pengaruhnya terhadap penggunaan energi dibangunan. Pengaruh kearah tidak efisienan penggunaan energi dapat dicegah melalui program-program tertentu seperti audit energi dan peningkatan kesadaran penghuni sebagai pemakaian energi.

a. Peralatan 

Peralatan yang kurang pemeliharaan dan sudah lama digunakan mempunyai tingkat efisien yang rendah. Dalam memilih peralatan seperti AC, lampu, pompa dan sebagainya selain pertimbangan sebagai tingkat efisiensinya perlu pula diperhatikan umur alat (life time). Disamping itu pemeliharaan akan sangat membantu meningkatkan efisiensi peralatan.

b. Penghunian  

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemakaian energi didalam bangunan adalah penentu tingkat konsumsi energi dalam bangunan. Tingkat kesadaran penghuni mengenai konservasi energi menentukan boros tidaknya penggunaan energi disuatu bangunan.

Pada pelaksanaannya program konservasi energi, faktor penghuni memegang peranan penting bagi keberhasilan program tersebut secara menyeluruh.

Melakukan audit energi berarti mengurangi biaya operasional bangunan, menambah keuntungan dan memperkuat daya saing, yang dapat diharapkan dari tindak lanjut audit energi.  

Demikian postingan saya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi energi pada bangunan gedung. Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

motor induksi prinsip kerja jenis dan konstruksinya

Motor Induksi ; Prinsip Kerja, Jenis dan Konstruksinya

Dear sahabat BT, senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang Motor Induksi; …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *