cara menggunakan wattmeter

Cara Menggunakan Wattmeter dan Penjelasannya

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing postingan tentang cara menggunakan wattmeter dan penjelasannya. Bagi sahabat BT yang bergelut di bidang kelistrikan tentu sudah tidak asing lagi dengan alat ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Wattmeter

Wattmeter merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui berapa besarnya daya listrik nyata pada beban yang sedang beroperasi dalam suatu sistem kelistrikan dengan beberapa kondisi beban, seperti beban DC, beban AC satu fasa serta beban AC tiga fasa. Dalam pengoperasiannya harus memperhatikan petunjuk yang ada pada manual book atau tabel yang tertera pada wattmeter.

Demikian juga dalam hal pembacaannya harus mengacu pada manual book yang ada. Daya listrik dalam pengertiannya dapat dikelompokkan dalam dua kelompok sesuai dengan catu tenaga listriknya, yaitu daya listrik DC dan daya listrik AC.

Daya listrik DC dirumuskan sebagai :

P = V . I

Dimana :

P = Daya (Watt),

Sedangkan Daya listrik AC terdapat dua macam yaitu daya untuk satu fasa dan daya untuk tiga fasa, dimana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pada sistem satu fasa :

P = V. I . cos φ

Dimana :

V = Tegangan kerja (Volt),
I = Arus yang mengalir ke beban (Ampere)

Pada sistem tiga fasa :

P = 3 .V. I . cos φ

Dimana :

V = Tegangan fasa netral (volt),
I = Arus yang mengalir ke beban (Ampere)

Secara umum daya listrik mengandung unsur resistansi dan reaktansi atau impedansi kompleks sehingga daya yang diserap tergantung pada sifat beban.

Hal tersebut dikarenakan yang menyerap daya adalah beban yang bersifat resistif, sedang beban yang bersifat reaktif tidak menyerap daya. Dengan demikian perkalian antara tegangan efektif dengan arus efektif adalah merupakan daya semu (S).

S = V.I

Sedangkan besarnya daya nyata (P) adalah :

P = V . I . Cos φ

Juga daya yang disebabkan oleh beban reaktif (Q), besarnya adalah :

Q = V . I . Sin φ

Hubungan antara ketiga daya nyata, daya semu dan daya reaktif dapat dilukiskan dengan segitiga daya berikut :

gambar segitiga daya
Gambar Segitiga Daya

Dibawah ini diperlihatkan gambar wattmeter analog berikut konstruksi rangkaian dasarnya :

gambar wattmeter analog
Gambar Wattmeter Analog
Prinsip Kerja Wattmeter

Pada rangkaian dasar Wattmeter, kumparan arus dari Wattmeter dihubungkan secara seri dengan rangkaian (beban), dan kumparan tegangan dihubungkan parallel dengan line.

Jika arus line mengalir melewati kumparan arus dari Wattmeter, maka akan membangkitkan medan di sekitar kumparan. Kuat medan ini sebanding dengan besarnya arus line kumparan tegangan dari wattmeter yang dipasang seri dengan resisitor dengan nilai resistansi sangat tinggi.

Tujuannya adalah untuk membuat rangkaian kumparan tegangan dari meter mempunyai ketelitian tinggi. Jika tegangan dipasangkan ke kumparan tegangan, arus akan sebanding dengan tegangan line.

Dibawah ini diperlihatkan gambar kerja konstruksi Wattmeter agar mempermudah dalam menggunakan dan mengukur beban, baik yang bersumber arus DC maupun arus AC.

konstruksi wattmeter
Konstruksi Wattmeter

Pembacaan dari nilai didasarkan pada rumusan sebagai berikut:

P = U . I . C

Dimana :

U = pembacaan pada jarum penunjuk wattmeter
I = pemilihan arus ( dari switch jarum menunjuk pada
skala tertentu)
C = faktor koreksi dapat dilihat pada tabel di Wattmeter

Adapun tabel pada wattmeter yang merupakan faktor koreksi, adalah sebagai berikut :

tabel faktor koreksi
Tabel Faktor Koreksi

Fungsi Wattmeter

a. Pengukuran Daya Arus Searah

Dibawah ini diperlihatkan gambar bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya DC.

Gambar bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya DC

Wattmeter adalah instrumen pengukur daya listrik yang merupakan kombinasi voltmeter dan ampermeter.

Pengukuran daya arus searah dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Wattmeter. Didalam instrument ini terdapat dua macam kumparan yaitu kumparan arus dan kumparan tegangan.

Kopel yang dikalikan oleh kedua macam kumparan tersebut berbanding lurus dari hasil perkalian arus dan tegangan.

b. Pengukuran Daya Arus Bolak – Balik Satu Phase

Dibawah ini diperlihatkan gambar Bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya satu phase.

Gambar bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya satu phase

Pengukuran daya arus bolak – balik dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Wattmeter. Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa dalam menghubungkan ke beban dan saluran supply daya listrik wattmeter untuk pengukuran daya satu phase ada kesamaan dengan pengukuran daya DC, terminal input output pada Wattmeter mempunyai kesamaan dengan saat mengukur daya DC.

Pada pengukuran daya listrik beban arus bolak balik satu phase dilaksanakan dengan menggunakan 4 titik terminal I/O pada Wattmeter yaitu terminal Iin, Iout, L1 dan L2. Perhitungan perlu dilakukan seperti yang tertera pada tabel yang tersedia di atas.

c. Pengukuran Daya Arus Bolak – Balik Tiga Phase

Dibawah ini diperlihatkan gambar bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya satu phase.

Gambar bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya tiga phase

Demikian postingan Om BT tentang cara menggunakan Wattmeter dan penjelasannya. Semoga bermanfaat!. [bt]

Sumber : Buku Teknik Kelistrikan dan Elektronika Instrumentasi


About blogteknisi

Hai, perkenalkan kami admin Blog Teknisi. Kami biasa dipanggil Om BT. Senang bisa sharing seputar info, tips dan tutorial teknis. Untuk bisnis bisa kotak kami di sini : [email protected]

Check Also

Pengasutan Motor Induksi dengan Auto Transformator

Pengasutan Motor Induksi dengan Auto Transformator

Senang bisa jumpa lagi sahabat BT. Hari ini Om BT akan sharing tentang pengasutan motor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *