cara baca meteran / kwh meter

Cara Membaca Meteran Listrik (Alat Ukur/KwH Meter)

Dear sahabat BT, senang jupa lagi. Hari ini Om BT akan berbagi informasi tentang cara membaca meteran listrik. Meteran listrik sering disebut sebagai KwH Meter atau juga sering disebut sebagai alat ukur daya listrik.

Sehingga meteran listik bisa didefinisikan sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengukur daya listrik yang dipakai oleh konsumen.

Saat ini meteran listrik yang lazim digunakan oleh PLN adalah meteran listrik digital yang sebelumnya menjadi pengganti dari meteran analog.

Pada kesempatan ini, Om BT akan sharing tentang cara membaca meteran listrik yang analog. Untuk digital akan menyusul pada postingan berikutnya.

Baca Juga :

Pada dasarnya, besarnya energi yang telah dipakai oleh pelanggan ditunjukkan dengan angka-angka (register) yang tertera pada Alat ukur kwh Meter.

Jumlah pemakaian yang sebenarnya dihitung berdasarkan angka-angka yang tertera pada register sebelumnya (awal) yang dikurangkan terhadap angka-angka yang tertera pada register terakhir (akhir) atau dapat dinyatakan dengan rumus:

  • KWH = (Selisih Pembacaan Meter KWH) x Factor Meter
  • Selisih Pembc. Meter KWH = Penunjukan Meter bulan ini – Penunjukan Meter bulan lalu 
  • Factor Meter = rasio CT x rasio PT x rasio Register 

Contoh cara membaca meteran listrik (KwH Meter) seperti di bawah ini :

a. Pelanggan Tegangan rendah (TR) yang tidak memerlukan CT (pelanggan dengan tarif; S2-R1,R2,R3,U1)

– Untuk Tarif : S2 – R3 dan U1

Contoh:

Stand meter bulan ini : 07139
Stand meter bulan lalu : 06825
Selisih pembacaan stand meter : (07139-06825) = 314 (pemakaian Kwh)

– Untuk Tarif R1-R2

Contoh:

Stand meter bulan ini : 15762
Stand meter bulan lalu : 15493
Selisih pembacaan stand meter : (15493-15762)= 269 (pemakaian Kwh total)

Pemakaian blok I = 60 jam x daya terpasang 1300 VA = 78 (kWh)
Pemakaian blok II = pemakaian total- pemakaian blok I = 191 (kWh)

b. Pelanggan Tegangan rendah (TR) yang menggunakan CT

– Pelanggan dengan tarif : S3-R4-U2

Contoh:

Stand meter bulan ini : 70495
Stand meter bulan lalu : 68231
Selisih pembacaan stand meter : 2264 x factor meter (CT)

c. Pelanggan Tegangan menengah (TM) 

Contoh:

Dipasang kWH meter merk Fuji tipe FF23HTI, 100V 5A, 3 fase 4 kawat, dengan:

Trafo arus terpasang = 100/5 A, Rasio CT = 20
Trafo tegangan terpasang = 20.000/100 V, Rasio PT = 200
Faktor register = 1

Stand meter bulan ini : LWBP = 5.690 dan WBP = 2.516
Stand meter bulan lalu : LWBP = 5.600 dan WBP = 2.500

Jadi : 
Selisih pembacaan meter LWBP = 5.690 – 5.600 = 90
Selisih pembacaan meter WBP = 2.516 – 2.500 = 16

Maka : Pemakaian KWh LWBP = 20 x 200 x 1 x 90 = 360.000 kWh
Pemakaian KWh WBP = 20 x 200 x 1 x 16 = 64.000 kWh

Catatan:
(*) Bila pada meter kWh tidak tercantum adanya faktor register (konstanta), maka factor register dianggap= 1  
(**) Untuk pengukuran tegangan rendah (TR) tidak ada rasio PT

Demikian postingan Om BT tentang cara membaca meteran listrik (alat ukur/kwh meter). Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

Rangkaian Pengasutan (Starting) Bintang Segitiga (Star Delta)

Rangkaian Pengasutan (Starting) Bintang Segitiga (Star Delta)

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang rangkaian …

2 comments

  1. Tulisan sangat bermanfaat bagi pelaku industri alat ukur dan uji. terima kasih sudah berbagi, bagi anda yang membutuhkan alat ukur.

  2. Terima kasih, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *