cara benar menyiapkan dan membaca alat ukur tegangan DC

Cara Benar Menyiapkan dan Membaca Alat Ukur Tegangan DC

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan kembali sharing tentang cara benar menyiapkan dan membaca alat ukur tegangan DC. Sebelumnya Om BT sudah pernah posting hal yang serupa dipostingan cara mengukur arus (ampere) dan tegangan (volt) pakai multimeter. Berikut penjelasannya.

Pembacaan Skala Linear Analog

Meskipun meter digital digunakan sangat banyak di berbagai industri elektronik, tetapi masih ribuan meter analog digunakan. Sehingga anda harus terbiasa dengan pembacaan skala tegangan meter analog.

Secara umum skala tegangan DC pada EVM dan VOM adalah linear. Ini artinya jarak antara dua divisi yang bersebelahan adalah sama panjang. Sebagai contoh lengkung jarak pada skala antara 0 sampai 10 volt adalah sama dengan jarak antara 10 dan 20 atau antara 90 dengan 100 volt. Skala linear digambarkan pada Gambar (a).

skala linear voltmeter dc
Gambar (a) Skala DC voltmeter yang linier

Tidak setiap tegangan yang diukur tercatat angkanya pada skala meter. Sehingga sangat penting untuk memberikan tanda nilai untuk kalibrasi angka yang tidak tertera pada skala. Sebagai contoh pada Gambar (a) jarum menunjukan tidak langsung terhadap angka yang tertera pada skala tetapi menunjuk pada tanda yang tidak ada tandanya.

Disana terdapat 5 tanda dengan skala yang sama untuk tiap kalibrasinya. Dalam hal ini batas ukur disimpan pada 10 volt, angka kalibrasi yang tertera adalah perbedaan 1 volt maka nilai tiap tanda yang tidak berangka adalah 0,2 volt, sehingga meter menunjukan nilai 4,2 volt jika batas ukur ditempatkan pada 100 volt maka serlain angka yang tertera menunjukan nilai 10 volt maka berapa nilai yang ditunjukan oleh meter di atas. Sudah barang tetntu hala ini tidak penting jika meter yang digunakan memiliki pembacaan digit, dimana nilai desimal langsung tampil.

Pengaturan Nol

Sebelum anda melakukan sejumlah pengukuran memakai voltmeter, yakinkan bahwa meter telah dinolkan. Untuk meter digital ini berarti penunjuk angka harus nol. Langkah yang pasti unutk menolkan meter adalah dengan mengikuti prosedur yang dibuat oleh pabrik. Pada EVM analog, pengatur nol ditempatkan di panel bagian depan untuk tujuan mennolkan meter sebelum pengukuran dilakukan.

Penolan meter merupakan pengukuran awal saat memulai aturan dibanding diatas tanda 1 ataui 2. Jika anda memulai dengan 11 maka tanda 1 pada skala akan memiliki nilai 12. tentunya ini tidak benar. Jika meter menunjukan angka 1 volt (tidak Nol) maka ketika mengukur tegangan 10 volt, jarum akan menunjuk angka 11 volt, sejkali lagi ini adalah hal yang salah.

Meter lama yang menggunakan tabung menerlukan pemanasan beberapa menit. Jika meter tidak melakukan pemanasan untuk mencapai kondisi stabil maka pembacaan tegangan akan bervariasi dan pengontrol nol harus terus diatur.

Kesalahan Paralaks

Kesalahan paralaks adalah hanya sebuah masalah ketika anda membaca meter analog. Kesalahan paralaks terjadi ketika seseorang melakukan pembacaan tidak langsung diatas jarum meter. Sebagai contoh penumpang yang duduk disamping supir tidak bisa membaca kecepatan dengan akurat karena adanya kesalahan dalam penglihatan (parallax error). Penumpang tidak dapat melihat jarum langsung diatas angka yang ditunjukan oleh spedometer sepertihalnya pengemudi Jadi penumpang mungkin membaca 40 padahal yang ditunjukan adalah 50 mi/h, lihat Gambar (b).

paralak alat ukur
Gambar (b) Kesalahan Paralak ketidak sesuaian ketika pandangan mata pada titik meter tidak tepat pada skala meter

Beberapa industri menempatkan kaca pada skala meter untuk mengurangi kesalahan penglihatan. Dengan adanya kaca, ketika kita menglihat langsung ke jarum maka tidak akan terjadi pemantulan pada kaca. Tetapi jika tidak melihat lurus ke jarum diatas skala maka bayangan jarum penunjuk akan terlihat.

Jika bayangan jarum terlihat maka kita membuat kesalahan dalam pembacaan. Kondisi ini tidak terjadi dengan alat ukur meter digital, Ketidak telitian pada DMM hanya disebabkan adanya toleransi pada rangkaiannya.

Demikian postingan Om BT tentang cara benar menyiapkan dan membaca alat ukur tegangan DC. Semoga bermanfaat! [bt]

Sumber : MPTE-DLE SMK – Kemendikbud

About blogteknisi

Hai, perkenalkan kami admin Blog Teknisi. Kami biasa dipanggil Om BT. Senang bisa sharing seputar info, tips dan tutorial teknis. Untuk bisnis bisa kotak kami di sini : blogteknisi@gmail.com

Check Also

karakteristik dan prinsip kerja mcb (miniature circuit breaker)

Karakteristik dan Prinsip Kerja MCB (Miniature Circuit Breaker)

Sahabat BT,¬†hari ini Om BT akan sharing tentang karakteristik dan prinsip Kerja MCB (Miniature Circuit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *