cara mengukur arus dc

Cara Benar Mengukur Arus (Ampere) DC

Dear sahabat BT hari ini senang bisa jumpa lagi. Om BT akan sharing tentang cara benar mengukur arus (ampere) DC. Postingan ini masih berkaitan dengan postingan sebelumnya tentang cara mengukur tegangan DC. Berikut pembahasannya.

Arus dan Ampere

Arus listrik telah dikenalkan pada bagian depan dan sekarang merupakan kesempatan lebih jauh untuk mengenalnya. Pada postingan ini arus didefinisikan sebagai pergerakan muatan listrik atau elektron di dalam rangkaian.

Dalam rangkaian elektronik sering diperlukan mengukur arus, hal ini untuk mengetahui besar arus yang mengalir pada rangkaian. Untuk mengukur arus digunakan Ammeter, Millimeter atau Mikrometer. Satuan arus listrik adalah amper dengan simbol “A”.

Ampere adalah satuan arus yang besar sehingga jarang digunakan pada rangkaian elektronik daya rendah. Dalam rangkaian elektronik sering kali memakai milliamper meter (mA) yang mana seperseribu amper. Dalam desimal ditulis 0,001 A disingkat 1 mA, 0,002 A artinya 2 mA, 0,013 A artinya 13 mA dsb. Huruf “m” singkatan untuk milli yang artinya satu perseribu (0,001).

Satuan lainnya adalah mikro amper (μA). Mikroamper adalah sepersejuta A. dalam desimal 1 μA ditulis 0,000001 A, 10 μA ditulis 0,00001 A dsb. Mikro (μ) berasal dari huruf yunani artinya sepersejuta atau 0,000 001.

Arus Hanya Ada di Rangkaian Tertutup

Dalam pengukuran terdahulu pemakaian Ohmmeter dan Voltmeter telah dipelajari. Dari inti percobaan dapat diambil bahwa resistor memiliki hambatan yang dapat diukur langsung dengan Ohmmeter. Nilai Ohm dari resistansi tidak tergantung kepada hubungan tahanan ke rangkaian.Karakteristik resistansi tergantung kepada komponen itu sendiri.

Sama halnya seperti pengukuran tegangan kita lihat bahwa tegangan adalah sifat dari sejumlah sumber tegangan dan tegangan dapat dibangkitkan sendiri tanpa memerlukan rangkaian.

Arus listrik berbeda dengan tegangan dan resistansi. Arus listrik tidak bisa ada sendiri. Sumber tekanan listrik (tegangan) diperlukan agar arus listrik mengalir. Sumber tegangan sendiri tidak dapat menciptakan arus. Sumber tegangan dan rangkaian tertutup diperlukan untuk arus mengalir.

Menghubungkan Ammeter

Arus pada rangkaian listrik dapat dibandingkan dengan aliran air dalam pipa. Jika kita akan mengukur jumlah air yang mengalir per detiknya kita memasukan flowmeter ke pipa sehingga air melewati flowmeter, sehingga dapat mengukur jumlah aliran air. Dalam pengukuran arus juga sama. Ketika arus adalah pergerakan dari aliran listrik maka rangkaian harus diputuskan dan ammeter disisipkan secara seri ditengah rangkaian.

Seluruh aliran arus listrik akan bergerak melalui ammeter yang menunjukan besarnya pergerakan elektron. Gambar (a) menunjukan hubungan ammeter pada rangkaian listrik. Ketika memasang ammeter, secara seri polaritas harus diperhatikan. Kabel negatif harus dihubungkan ke titik yang lebih negatip dirangkaian (dekat ke terminal negatip sumber).

Kabel merah (positif) dihubungkan ke titik yang lebih positif (jauh dari terminal negatif/dekat ke terminal positif sumber) di rangkaian. Ketika meter dihubungkan secara benar maka jarum akan menunjuk dari kiri kekanan. Jika jarum bergerak pada posisi terbalik maka kabel harus dibalikan jalur negatif dan konektor positif pada jalur positif.

Gambar (a) Ammeter dipasang seri pada rangkaian
cara mengukur arus dc
Gambar (b) Rangkaian diputus (antara titik A dan B) untuk ditempatkan Ammeter

Jika DMM digunakan, salah satu tanda positif atau negatif akan muncul dengan nilai pembacaan, jika muncul tanda (–) polaritas kabel meter adalah terbalik. Ini tidak menimbulkan konsekuensi karena biasanya DMM dapat dihubungkan bagaimana saja dan meter akan menunjukan titik mana yang negatif di dalam rangkaian.

Perhatian: Pengukur arus tidak boleh terhubung pararel dengan komponen lainnya. Pengukur arus harus selalu terhubung seri dengan komponen untuk mengukur pergerakan arus yang melalui komponen. Karena hanya terdapat satu jalur untuk arus pada rangkaian seri, nilai arus adalah sama disetiap titik dirangkaian.

Sehingga tidak menjadi masalah dimanapun letak dari ammeter di rangkaian. Mengacu ke Gambar (b). Kesalahan dalam mengobservasi aturan ini akan mengakibatkan kerusakan yang serius pada meter. Jangan menghubungkan ammeter langsung ke sumber tegangan.

Pada saat ammeter ditempatkan dalam rangkaian, ini harus di set pada batas ukur tertinggi dan kemudian turunkan posisi selektor switch ammeter untuk mendapatkan ketepatan dari hasil pembacaan. Ini dapat melindungi meter dari kerusakan apabila kita menset ammeter pada batas ukur rendah dan ditempatkan pada rangkaian arus tinggi. Jenis dari skala tiap meter akan berbeda-beda.

Arus searah kadang-kadang diukur pada skala yang sama dengan skala untuk mengukur tegangan DC. Ini hanya berbeda pada cara pembacaan saja dimana anda mengukur ampere, atau skala miliampere dipisahkan dengan untuk mengukur tegangan DC, tapi bagaimana pun skalanya, anda tidak akan mengalami kesulitan dalam membaca apabila anda belajar membaca skala tegangan pada percobaan sebelumnya.

Multirange ammeter memiliki dua atau lebih batas ukur arus yang ditandai pada skala batas ukur. Untuk contoh, batas ukur meter mencakup 5mA, 25mA, dan 1A. Skala yang sama digunakan pada setiap batas ukur, tapi seorang teknisi harus mengalikan dengan faktor batas ukur yang digunakan untuk membaca meter.

Demikian postingan Om BT tentang cara benar mengukur arus (ampere) DC. Semoga bermanfaat! [bt]

Sumber : MPTE-DLE SMK – Kemendikbud

About blogteknisi

Hai, perkenalkan kami admin Blog Teknisi. Kami biasa dipanggil Om BT. Senang bisa sharing seputar info, tips dan tutorial teknis. Untuk bisnis bisa kotak kami di sini : [email protected]

Check Also

pengertian motor listrik

Pengertian Motor Listrik dan Penjelasannya

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang pengertian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *