Besaran Pokok dan Pengukuran dalam Ilmu Fisika

Besaran Pokok dan Pengukuran dalam Ilmu Fisika

Dear sahabat BT senang jumpa lagi. Hari ini OM akan berbagi tentang besaran pokok dan pengukuran dalam ilmu fisika, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Bagi sahabat BT yang berstatus pelajar SD atau SMP/SLTP yang mencari referensi tentang ilmu fisika bisa ditengok postingan-postingan Om BT sebelumnya.

Sahabat BT, besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, luas, volume, dan kecepatan.

Sementara itu, warna, rasa, bukan termasuk besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.

Besaran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok, dan besaran turunan. Penjelasannya sebagai berikut :

Besaran Turunan

Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok. Diturunkan artinya dijabarkan atau diperoleh dari penggabungan dengan cara perkalian atau pembagian.

Volume misalnya, berasal dari satu besaran pokok, yaitu panjang, sedangkan kecepatan berasal dari dua besaran pokok, yaitu panjang dan waktu.

Tabel Besaran Turunan
Tabel Besaran Turunan

Besaran Pokok

Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

Terdapat tujuh besaran pokok yaitu panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), suhu (kelvin), kuat arus (ampere), intensitas cahaya (candela), jumlah zat (mol).

Tabel Besaran Pokok
Tabel Besaran Pokok

Konsep Notasi Ilmiah

Jika sahabat BT dihadapkan pada bilangan ratusan, ribuan, ratusan ribu, mungkin masih mudah untuk dimengerti nama bilangannya, ya.

Bagaimana jika dihadapkan pada bilangan seperti 0,00000000000023 atau 1.000.000.000.000.000? Sungguh bilangan yang sulit untuk ditentukan jumlahnya secara langsung.

Hal yang harus dipahami bahwa di dalam ilmu fisika, besaran-besaran hasil pengukuran tidak hanya berupa puluhan, ribuan, atau ratusan ribu, tetapi juga skala makro dan mikro, contohnya saja massa Bumi atau massa elektron.

Untuk menulis massa elektron yang tidak terlihat oleh mata telanjang tentulah sangat sulit karena ukurannya sangat kecil.

Oleh karena itu, dibentuklah suatu notasi yang disebut notasi ilmiah. Notasi ilmiah ini bisa mempermudah Quipperian dalam menentukan suatu nilai besaran yang terlalu besar atau terlalu kecil. Penulisannya adalah sebagai berikut.

Keterangan:

a = bilangan satuan, besarnya antara 1-10 dan boleh berupa desimal; dan

n = ordo atau pangkat.

Contoh soal tentang notasi ilmiah adalah sebagai berikut.

1) Tentukan bilangan 510.000.000 dalam bentuk notasi ilmiah!

2) Tentukan bilangan 0,000000087 dalam bentuk notasi ilmiah!

Pengukuran

Pengukuran merupakan proses membandingkan suatu besaran yang diukur menggunakan besaran lain yang sudah ditentukan skala dan satuannya. Hasil pengukuran tunggal biasa ditulis sebagai berikut.

konsep pengukuran

Keterangan:

x = nilai besaran yang diukur;

xo = hasil pengukuran yang terbaca; dan

x = ketidakpastian pengukuran = 1/2 skala terkecil alat ukur.

Berikut ini merupakan contoh pengukuran beberapa besaran di dalam Ilmu fisika.

a. Panjang

 Panjang pensil adalah : 2,8 cm  

b. Massa

Massa benda di A adalah :

= 1000 gr + 500 gr + 100 gr + 50 gr = 1650 gr = 1,65 kg     

c. Volume

Volume batu adalah :

= 30 cm3 – 20 cm3   

Demikian postingan OM tentang besaran dan pengukuran dalam ilmu fisika. Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

Pengertian besaran skalar dan besaran vektor

Pengertian Besaran Vektor dan Besaran Skalar

Dear sahabat BT hari ini senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *