pengertian resistor dan apa itu resistor

Apa Itu Resistor?

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT akan sharing tentang apa itu resistor? Sahabat BT khususnya yang bergelut di bidang elektronika pasti sudah sangat kenal dengan benda ini.

Resistor biasa digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronika dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macan komponen dan film, bahkan kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium.  

Pengertian

Apa itu resistor? Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk membatasi atau mengatur arus yang mengalir pada sebuah rangkaian, dengan resistor arus listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan.

Resistor biasanya sering disebut werstan, tahanan atau penghambat dan disingkat dengan huruf ” R ” (huruf R besar ). Satuan resistansi atau hambatan dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).

Berikut ini tangga konversi nilai hambatan :

Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 Kilo Ohm ( 1KΩ )
1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm ( 1MΩ )
1.000 Kilo Ohm = 1 Mega Ohm ( 1MV )

Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan satu Ohm apabila resistor jika tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 Ampere atau sama dengan sebanyak 6.241506 x 10pangkat 18 elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus.

Dalam hukum Ohm yang berbunyi “Besarnya arus pada sebuah Penghantar berbanding lurus dengan Tegangan dan berbanding terbalik dengan Hambatannya” dapat disimpulkan hubungan antara Hambatan, Tegangan dan Arus melalui rumus berikut ini :

Rumus Hukum Ohm
Rumus Hukum Ohm

Karakteristik

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, noise, dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak (PCB), bahkan sirkuit terpadu.

Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.  

Simbol

Berikut adalah simbol resistor dalam bentuk gambar yangg sering digunakan dalam suatu desain rangkaian elektronika.   

Simbol Resistor
Simbol Resistor

Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistor jenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.   

Identifikasi Nilai Resistor

Resistor bisa diidentifikasi dari pita warnanya. Sebuah resistor memiliki pita warna pada badannya. Untuk mengidentifikasinya berapa nilainya bisa melalui pita warna-warna tersebut.

Berikut tabel pita warnanya :   

Tabel Pita Warna Resistor
Tabel Pita Warna Resistor

Kapasitas Daya Resistor  

Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar.

Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan untuk menghindari resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.  

Nilai Toleransi Resistor  

Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut.

Nilai toleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).  

Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor 5% dan resistor 1%.

Macam-Macam Resistor

Pada postingan apa itu resistor kali ini, Om BT akan sharing juga tentang macam-macam bentuk resistor. Ini penting agar pemahaman kita bisa lebih mendalam.

1. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Resistor Tetap adalah resistor yang nilainya hambatannya tidak dapat diubah-ubah nilanya jadi selalu tetap (konstan). Resistor tetap memiliki kemampuan daya (Watt), besar kecil kemampuan daya resistor untuk dilewati arus tergantung dari bahan pembuatan resistor. Di pasaran ada beberapa jenis resistor tetap antara lain :

a. Resistor Kawat (Wirewound Resistor)

Resistor Kawat adalah resistor bahan utamannya kawat nikelin yang digulungkan pada batang keramik isolator, nilai hambatan resistor ini tergantung dari panjangnya gulungan kabel.

b. Resistor Batang Carbon, Resistor Carbon Film & Resistor Metal Film.             

Resistor carbon film di pasaran paling banyak dijumpai, resistor jenis ini memiliki tingkat toleransi antara 5%-10% dan mempunyai memiliki kemampuan daya 1/8 watt – 4 Watt. Sedangkan resistor metal film  memiliki tingkat toleransi 1%-5% dan memiliki kemampuan daya 1/8 watt-2 watt.

c. Resistor Cement          

Resistor Semen merupakan jenis resistor berdaya besar dan banyak digunakan pada rangkaian amplifier sound system yang menggunakan daya besar. 

d. Resistor Terpadu (R-Pack)            

Desain resistor pack  adalah paket resistor yang didalamnya terdapat sejumlah resistor. Resistor jenis ini dibuat dengan maksud mengurangi jumlah elemen dalam suatu rangkaian elektronika dan meningkatkan kemampuan integrasi suatu rangkaian.

e. Resistor SMD ( Surface Mounted Device)              

SMD merupakan singkatan dari Surface Mounted Device artinya kurang lebih komponen yang menempel dipermukaan solder.

2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Resistor tidak tetap adalah Resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai dengan besar hambatan dari 0 sampai dengan nilai maksimal hambatan yang tertera. Resistor ini terbuat dari serbuk karton sehingga memiliki kemampuan daya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan resistor tetap. Resistor tidak tetap ada 2 macam yaitu : 

a. Potensiometer 

Potensiometer adalah resistor yang nilai hambatannya dapat di ubah dengan cara diputar atau digeser pada tuasnya, pada umumnya perubahan resistansi pada potensiometer terbagi menjadi 2 yakni Potensiometer Linier dan Potensiometer Logarimik.

b. Trimpot 

Trimpot adalah resistor yang nilai hambatannya dapat di ubah seperti potensiometer, karakter dan sifat trimpot hampir sama dengan potensiometer jika potensiometer  bentuknya besar sedangkan trimpot bentuknya realtif kecil. Jika potensiometer mempunyai gagang atau tuas putaran untuk memutar/menggeser sedangkan trimpot tidak mempunyai. Cara untuk mengubah nilai hambatan trimpot memutar lubang tengah menggunakan obeng.

3. Resistor Termistor           

Resistor Termistor  adalah jenis resistor yang nilai hambatannya naik atau turun tergantung dari temperatur suhu sekelilingnya, kedua komponen resistor ini sering digunakan sebagai sensor untuk mengukur suhu atau temperatur daerah sekelilingnya. Termistor ada 3 jenis yaitu :

  • NTC (Negative Temperatur Coefficient) yaitu resistor yang mempunyai koefisien temperature negatif.
  • PTC (Positive Temperatur Coefficient) yaitu yaitu resistor yang mempunyai koefisien temperature positif.
  • CTR (Critical Temperature Resistance) yaitu  resistor yang mempunyai koefisien temperatur negatif yang sangat tinggi.

4. Resistor LDR (Light Dependent Resistor)      

Resistor LDR adalah jenis resistor yang hambatannya berubah karena pengaruh cahaya. Jika terkena cahaya gelap nilai tahanan LDR akan semakin besar, sedangkan jika terkena cahaya terang nilai tahanan LDR akan semakin kecil. LDR sering digunakan sebagai sensor cahaya seperti lampu taman atau penerangan lampu jalan.

Dekimian postingan Om BT tentang apa itu resistor. Semoga bermanfaat! [www.blogteknisi.com]

Check Also

Memahami Integrated Circuit (IC)

Memahami Integrated Circuit (IC)

Dear sahabat BT senang bisa jumpa lagi. Hari ini Om BT kembali akan sharing tentang memahami …

One comment

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " Apa itu Resistor " .
    Saya juga mempunyai artikel yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Pusat Studi Elektronika by Universitas Gunadarma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *